Kisah 3 pencuri ( kisah yang mungkin penting 😊)


Awalnya saya tidak ingin menuliskan kisah ini. Karena saya berfikir mungkin sebagian orang memiliki kisah yang lebih menarik atau lebih berkesan bagi orang lain tapi terlepas dari itu semua saya mencoba mengisahkan kisah ini melalui tulisan. Ya..sekedar mengasah keterampilan menulis dan syukur - syukur ada yang berkesan dan bisa diambil pelajaran.

Bagi saya kisah ini adalah sebuah proses pendewasaan dari tiga karakter yang berbeda dalam menyikapi masalah hati. Kenapa saya tulis tiga karena ini adalah kisah tiga orang "pencuri" termasuk saya didalamnya. 😲Waduh pencuri ? Berarti saya pencuri dong ? jawabannya, ya, saya "pencuri". Saya dan teman saya yang dua adalah tiga laki - laki "pencuri" hati wanita πŸ˜‚πŸ˜‚ dan bukan mencuri sesama hati kami
( idiihh....emang eke cowok apaan πŸ˜πŸ˜‚ ).

Alhamdulillah  kedua teman saya ini sudah tidak jadi "pencuri" lagi karena mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tinggal saya yang masih menjadi "pencuri". Apakah ada diantara pembaca yang ingin dicuri hatinya oleh saya ? Silahkan hubungi nomor dibawah ini πŸ‘‡πŸ˜

Saya dan teman saya Farid kebetulan satu kerjaan di salah satu perusahaan swasta yang ada di jayapura. Saya dan juga teman - teman yang lain sering memanggil Farid dengan sebutan pak ustadz karena memang dia anak pesantren dan sudah pasti ilmu agamanya mumpuni. Meski masih muda, dia sudah sering ngisi khotbah jum'at ke mesjid - mesjid. Waktu itu Farid masih kuliah di salah satu universitas di Jayapura. Dulu pernah saya ungkapkan kepada Farid bahwa saya respek dengan apa yang dilakukannya. Karena kerja sambil kuliah. Dan kerja yang kami jalani itu tidak mudah. Perlu perjuangan dan semangat ekstra. Dan Alhamdulillah dia sekarang sudah menjadi guru di salah satu sekolah dasar di Jayapura. Semoga bisa menjadi guru yang dapat menjadi teladan buat anak didikmu kelak sob 😁.

Sementara saya dan teman saya yang satunya lagi berteman karena kebetulan rumahnya dekat dengan kontrakkan saya. Namanya Anas. Asalnya dari NTB Bima. Kami pekerja di bidang yang sama tapi beda perusahaan. Karena saya tinggal sendiri dikontrakkan, jadilah rumah saya sering jadi tempat ngumpul kedua pencuri teman saya ini dan juga pencuri - pencuri yang lainnya. . Dan mereka bisa curhat apa saja di rumah itu. Intinya apa pun masalah mereka  ya.. masalah saya juga begitu pun sebaliknya. Cuma pakaian saja yang gak bisa saling pinjam karena saya berukuran XL, Anas berukuran L sementara Farid berukuran M. Bisa dibayangkan bentuk badan kami masing - masingkan ? 😁. Walau di kontrakkan saya itu sering ngumpul teman - teman lain tapi kami bertiga lebih faham satu dan yang lainnya. Di banding dengan teman lain karena kami bertiga yang lebih sering menghabiskan malam sampai pagi dengan obrolan yang tidak jelas. Dan biasanya ditemenin kopi. Kalau urusan kopi, pak ustadz jagonya. Karena cuma dia ngopi bisa isi ulang. Sudah habis tinggal seduh air panas lagi. ( 😫 adoh..tadz ko pu kelakuan e.... 😁).

Namanya juga bujangan pasti tidak jauh dengan persoalan yang namanya cinta. Dalam urusan yang satu ini saya termasuk yang paling kurang beruntung karena dari sekian wanita selalu di tolak atau paling hanya tempat curhat buat mereka - mereka yang lagi kasmaran doang. Tapi tidak apa - apa, semoga saya dapat yang terbaik dikasih Allah aamiiin 😊
Karena biasanya kalau di film, jagoannya datang belakangan πŸ˜‚πŸ˜‚. 

Farid ini orang yang paling nekat yang pernah saya kenal dalam soal percintaan dan termasuk beruntung setiap suka sama cewek dan dia tembak pasti tu cewek kelepek - kelepek ga tahu pake ilmu apa tu anak. Padahal tampangnya sama saya aja kayak bumi dan langit. Dia langit saya buminya makanya muka saya semek amat karena tiap hari di injak - injak. Kenapa saya bilang Farid ini orang yang nekat, istrinya yang sekarang nih, yang sudah memberikan anak satu buat si ustadz cuma di dekati selama 1 bulan. Padahal setahu saya pacarnya ada di jawa yang hampir setiap malam di telponin dan yang jelas bukan cewek yang sekarang  jadi istrinya 😁. Singkat kata, dia telpon orang tua si cewek kalau dia mau nikahi anaknya. Dan syukurnya orang tua si cewek setuju. Sampai saya curiga sama si ustadz ni, jangan - jangan sudah "beradu otot" duluan ni si ustadz dengan si cewek. Tapi Alhamdulillah dia melakukan itu memang niat yang tulus. Ketika dia kasih tahu saya kalau dia mau nikah  saya hanya bilang, kalau kamu yakin dia jodohmu, Insyaallah pasti ada jalan. Tidak peduli mau sesingkat atau selama apa dua manusia itu pacaran. Meski farid cenderung nekat tapi dia orangnya gak asal terjun semua sudah di perhitungkannya tanpa harus melibatkan orang lain.

Sekarang dan Insyaallah selamanya dia bahagia dengan istri dan seorang anaknya. Meski batu karang di depan akan lebih besar dalam menghadang bahtera rumah tangganya. Dan saya yakin beliau bisa mengarungi itu semua. Amin. Do'akan saya tadz, biar cepat nyusul "mengadu otot" ha ha ha...

Lain farid lain pula pencuri yang satu ini. Anas sedikit beda diantara saya dan Farid selain sedikit necis  juga sedikit atletis. Namun berkulit hitam diantara kami berdua. Makanya tidak heran kalau doi sensitif sekali kalau kita sebut kata hitam didepannya. Walau maksudnya bukan nyindir dia tapi dia sudah merasa aja. πŸ˜‚πŸ˜‚nas..nas..nas terima ajalah kalau kulitmu itu hitam.. Biasanya kalau mau keluar saya cukup dengan kaos oblong ,celana buntung, sendal jepit  intinya cuek waelah. Sementara Farid dengan celana gombrong khas ustadz - ustadz sekarang, baju koko atau kemeja reliji ustadz pisan pokoke. Nah, Anas si pencuri necis dari Bima ini setelannya rapi dan yang namanya parfum gak pernah ketinggalan. Selalu wangiiiiii..

Satu hari dia bilang kalau dia akan segera menikah. Dan saya pun menyambutnya dengan suka cita. Tapi masalahnya, sebulan sebelum hari H bahkan undangan sudah tinggal sebar, dia jatuh cinta pada lain wanita. Duarrr... kebayang nggak betapa gilanya ni pencuri. Saya tidak bisa ungkapkan masalahnya apa tapi saya tidak menyalahkannya karena saya dan Farid tahu betapa pekat dan terjalnya perjalanan cintanya. Sebagai teman saya dan Farid berusaha memberikan masukkan yang mungkin bisa mengurangi beban fikirannya. Dengan masalah itu saya tahu betapa dahsyatnya cinta yang sanggup membuat seorang Anas menangis yang biasanya berwatak keras dan gampang tersulut amarahnya tapi kini seolah menjadi lelaki cengeng. Dan karena masalahnya ini kami harus rela menemaninya begadang hampir tiap malam meski esok harinya kami harus bekerja. Ya...Untuk seorang teman, gak masalahlah. Tapi Alhamdulillah akhirnya dia akhirnya tetap jadi menikah dengan wanita pertama yang akan dinikahinya itu dan bahkan sekaranh sudah dikarunia seorang anak laki - laki. Untungnya kulit anaknya ikut ibunya yang agak putih. Gak tau juga kalau sudah besar πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚canda ya bro nas..

Ada satu kesamaan antara farid dan anas dalam menghadapi kisah cinta mereka yaitu mereka sama - sama yakin. Walau anas sempat tergelincir sedikit tapi akhirnya dia bisa menetepkan pilihan hatinya.

Suatu malam kami bertiga seperti biasa menghabiskan sisa malam dengan segala cerita yang seolah tidak berujung. Waktu itu Farid diijinkan oleh istrinya main dan begadang ke rumah saya dan kebetulan juga malam itu malam minggu. Dan anas pun sudah resmi menjadi seorang suami. Lalu saya masih resmi menyandang status jomblo 😣😒😭 sedihnya... Tiba - tiba anas bilang, bagaimana ya kalau kita di kasih umur panjang dan sudah dalam usia lanjut serta masing - masing sudah punya anak dan bahkan mungkin sudah punya cucu dipertemukan kembali. Mengenang kegilaan - kegilaan yang pernah kita lalui seru kali ya ? Waktu itu saya  hanya tersenyum dan seolah kata - kata itu sangat berarti buat saya. Betapa beratinya persahabatan ini buat anas dan juga farid. Waktu itu saya belum berencana atau merencanakan untuk balik ke kampung halaman karena masih banyak harapan dan cita - cita yang belum tercapai. 

Itulah manusia tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Seperti halnya saya yang tanpa rencana harus meninggalkan tanah papua yang telah banyak membuat kisah dalam hidup saya.

Hari ini tepat dua tahun sudah saya meninggalkan tanah papua. Saya masih ingat hari terakhir sebelum saya meninggalkan jayapura. Farid datang kerumah saya, ada air mata yang tertahan dimata farid begitu juga dengan saya tapi saya berusaha menahan diri. "Suatu saat jika Allah ijinkan kita akan bertemu kembali". Itu pesan saya pada farid. Dan malamnya anas dan beberapa kerabat mengadakan malam perpisahan dadakan buat saya. 
Semua orang saat itu seperti berusaha mengenang apa yang telah kami lalui. 

"Maaf kawan aku tidak bisa mengantarmu ke bandara, maklumlah besok aku harus masuk pagi". Kata anas pada malam itu. Kebetulan saya berangkat pada hari senin pagi pesawat pertama. Jadi setelah shalat shubuh langsung harus berangkat ke bandara sentani agar tidak terlambat. Karena jarak jayapura ke sentani sekitar 1 jam perjalanan.

Saya tahu betapa berat perpisahan yang tidak pernah saya rencanakn ini buat anas hingga  dia tidak sanggup bertatap muka dengan saya. Namun saya bertekad ketika nanti saya sudah memiliki pendamping hidup bahkan mungkin mempunyai anak, saya akan wujudkan impian kita bersama yaitu berkumpul dengan membawa keluarga masing - masing. Mengenang waktu jaman - jaman krisis keuangan. 
Dimana beli nasi padang sebungkus buat makan bertiga, beli mie instan di masak untuk di makan sama - sama. Kalau ada duit paling patungan buat beli makanan kecil buat teman begadang. Semoga Allah mendengar do'a kita bersama. Aamiin...

O iya .... penasaran dengan masalah asmara saya yang sedikit kurang beruntung. Apakah akan saya ceritakan ? πŸ€”Hmm...sepertinya menarik. Tapi biarlah itu menjadi catatan sejarah cinta antara saya dan dirinya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadi muslim itu tidak enak (2)

Ayah, aku mohon maaf........

KETIKA TAK ADA LAGI YANG MEMANGGILMU PULANG