Ayah, aku mohon maaf........
Judul diatas saya ambil dari salah satu lagu Ebiet.G.Ade. Lagu tersebut menceritakan tentang ketidakhadiran seorang anak saat ayah atau bapaknya meninggal. Sehingga dia merasa bersalah namun dia bangga dengan sosok ayahnya yang sudah banyak mengajarkan tentang makan kehidupan kepadanya. Judul lagu tersebut telah menginspirasi tulisan ini. Meski hanya seperti ungkapan sederhana tapi sesungguhnya judul lagu tersebut mengandung makna yang dalam. Apalagi bagi orang yang memiliki latar belakang cerita yang tidak menyenangkan dengan seorang ayah atau bapak dalam hidupnya. Seorang bapak sudah semestinya menjadi sosok yang bisa diandalkan oleh anak - anaknya. Menjadi sosok "superman" buat keluarganya. Namun tidak jarang disebagian keluarga, sosok ayah atau bapak menjadi sosok yang sangat ditakuti. Mungkin karena sifat pemarah atau juga ringan tangannya. Bahkan kadang seorang ayah terlalu kuat dengan prinsipnya meski terkadang prinsipnya itu salah, yang akan menimbulkan perdebatan antara seorang ayah atau bapak dengan anaknya.
Terkadang, kadar kasih sayang antara seorang ibu dan ayah seperti tidak seimbang besarnya terhadap anak. Ini mungkin dikarenakan ibu lebih mengekspresikan kasih sayangnya terhadap anak- anaknya dibanding bapak. Jadi terlihat seperti tidak seimbang. Dan memang, hampir semua anak lebih nyaman menceritakan masalahnya kepada seorang ibu. Ini bisa dimaklumi karena hampir disetiap aktifitas anak semasa kecil,, seorang ibu selalu ada di dekatnya. Sementara sang ayah atau bapak sibuk mencari nafkah untuk anak istrinya. Sosok ayah atau bapak seperti "diabaikan" dalam kehidupan. Entah karena tertutupi kemulian sosok seorang ibu atau mungkin seorang ayah atau bapak yang notabene seorang laki - laki tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Padahal dalam kehidupan sehari - hari kita sering menyaksikan keuletan seorang bapak atau ayah dalam mencari nafkah. Pulang larut malam, mencari penghasilan sampingan meski sudah memiliki pekerjaan. Semua dilakukannya untuk keluarga kecilnya. Tanggung jawab seorang ayah atau bapak cukup besar dalam menafkahi keluarganya. Dalam arti lain, sebuah keluarga tidak akan makan bila seorang bapak atau ayah tidak menjalani tanggung jawabnya mencari nafkah. Kadang kita tidak tahu, mungkin ketika dia bekerja, pernah dimarahi bosnya waktu bekerja di kantor atau mungkin dicaci maki orang di pasar ketika berjualan di pasar. Bahkan mungkin digebukin orang sekampung, karena dianggap maling ketika mencari barang rongsokan. Begitulah perjuangan seorang ayah atau bapak.
Tidak bisa dipungkiri memang terkadang sosok ibu tampil lebih kuat dari seorang bapak atau ayah. Misalkan sebuah keluarga harus kehilangan bapak. Sosok ibu sering menjadi sosok "super" dalam keluarganya karena ibu harus menggantikan figur seorang ayah buat anak - anaknya. Lain halnya bila sebuah keluarga ditinggal oleh figur seorang ibu. Seorang ayah atau bapak belum tentu mampu menggantikan pekerjaan yang biasa dikerjakan figur ibu. Itulah salah satu sebab, mengapa ibu lebih harus dihormati dari pada bapak. Walau begitu bukan berarti ayah atau bapak ini terabaikan. Kita tidak akan pernah bisa membalas jasa - jasa kedua orang tua kita. Jasa - jasa mereka tidaklah akan sama bila disetarakan dengan apapun yang ada di muka bumi. Setiap orang tua pasti memiliki sebuah harapan untuk anak - anaknya. Meski mereka tidak pernah menyampaikan kepada anak - anaknya. Tidak bisa dipungkiri terkadang bapak atau ayah memiliki pandangan yang berbeda dengan kita. Menurut saya dalam hal ini wajar. Karena antara orang tua dan anak, hidup pada jaman atau situasi yang berbeda. Tinggal seorang anak yang seharusnya lebih memahami itu.
Surat kecil buat ayah
Ayah, aku tidak tahu, sudah berapa banyak tetes keringat yang keluar dari tubuhmu. Dan semua itu kau lakukakan demi orang - orang yang kau cintai. Betapa untungnya aku memiliki sosok sepertimu meski aku tidak pernah menyatakannya langsung kepadamu. Dan aku tahu, engkaupun pasti menyayangiku meski engkau tidak pernah mengungkapkan itu, seperti yang ibu lakukan kepadaku.
Ayah, aku belum bisa membahagiakanmu tapi kelak aku akan membuatmu bangga kepadaku. Dan ketika hari itu datang, engkau pasti akan bercerita kepada teman - temanmu tentangku. " Itu anakku" katamu pada mereka. Tidak mungkin rasanya memintamu untuk tidak memikirkanku karena aku adalah anakmu. Tapi bila usia rentahmu hanya dihabiskan untuk memikirkanku, betapa kejamnya aku.
Masih tersimpan rapi dibenakku tatkala aku merengek mengajakmu ikut serta dalam permainanku ketika engkau baru pulang kerja, seolah aku tidak pernah mau tahu betapa letihnya engkau waktu itu. Sering juga aku menangis karena meminta dibelikan sebuah mainan dan waktu itu aku tidak pernah tahu atau belum saatnya untuk tahu tentang kondisi keuanganmu. Tidak jarang waktu yang telah berlalu, hanya kita habiskan untuk berdebat hal - hal yang seharusnya bisa dibincangkan. Waktu itu aku merasa benar dan kaupun juga merasa, engkaulah yang benar. Sementara ibu hanya mampu menangis dan tidak bisa berbuat apa - apa.
Ayah, kelak jika Tuhan mengijinkan, aku pun akan menjadi seorang bapak sama sepertimu. Mungkin saat itu aku akan sadar apa yang pernah engkau katakan padaku adalah sebuah kebenaran. Pada saat itu, mungkin engkau sudah tidak sanggup untuk menggendong cucu - cucumu tapi aku percaya engkau akan menyayangi mereka lebih dari yang pernah engkau berikan kepadaku.
Ayah, aku mohon maaf......

Terima kasih komennya bro....
BalasHapusCeritanya sungguh menyentuh, berbanding terbalik dengan cerita hidupku, peran ayah dalam hidupku sungguh luar biasa. Kami 6 bersaudara 1 laki2 dan 5 perempuan. Aku anak ke -5 tpi merasa dibedakan, dan aku sadar bahwa perbedaan itu dipersiapkan ayah untuk ku. Agar aku dapat mandiri, dewasa berfikir. Teruslah berkarya 👍👍
BalasHapus