Dalam hal apa kita tidak menyusahkan mereka ?
Ketika masih dalam kandungan, setiap orang pasti selalu merepotkan ibunya. Dengan beban yang setiap minggu terus bertambah. Perasaan yang sering berubah - ubah. Terkadang makan pun tak selera karena harus muntah.
Sementara si bapak jadi korban uring - uringan si ibu untuk mendapatkan yang ibu inginkan. Apalagi kalau hamil anak pertama. Segala sesuatu apapun selalu berusaha dituruti asal itu untuk si anak. Ada seorang ibu ngidam sesuatu yang menggebu - gebu. Sudah dapat hanya di cium doang di makan nggak. Bahkan setelah dipenuhi keinginannya malah marah - marah gak jelas. Kasihan ya si bapak sudah capek - capek nyari malah dapat omelan. Tapi itulah suka duka masa kehamilan 😁. Kadang bertanya - tanya juga, apakah ngidam pada ibu hamil memang ada atau cuma akal - akalan saja sih ? 😁
Setelah kita lahir, seisi rumah menyambut dengan suka cita. Apalagi jika kita anak pertama atau cucu pertama yang sudah di nanti - nanti sekian lama. Kehadiran bayi tanpa dosa itu terasa sebagai pemecah kesunyian seisi rumah. Namun tugas orang tua pun bertambah sejak itu. Dari nyuci perlengkapan bayi yang setiap hari harus di cuci. Terkadang harus begadang sampai pagi karena anak nggak tidur - tidur. Belum lagi kepanikan yang dirasakan orang tua saat buah hatinya sakit.
Ketika seorang anak lahir terkadang orang tua suka membelikan sesuatu untuk malaikat kecilnya meski kadang anak itu belum butuh benda tersebut. Waktu ulang tahun pertama masing - masing punya hadiah berbeda - beda. Kakek lain, nenek lain, om dan tante pun lain. Diperlakukan bak rajalah pokoknya 😁.
Sedari kecil, orang tua akan selalu berusaha memenuhi apapun kebutuhan anaknya. Meski meraka sedang dalam kesusahan. Sesusah apapun orang tua, mereka tidak ingin memperlihatkan kesusahan mereka di depan anaknya. Orang tua akan tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk anak - anaknya.
Ketika anak sudah mulai bergaul dengan lingkungan yang lebih luas. Sudah punya dunianya sendiri. Kadang orang tua justru menjadi sasaran pelampiasan kemarahan anaknya. Menjadi korban pemaksaan keinginan buah hatinya. Malah kadang maksa pakai ngancam lagi. Betapa sakit dan hancurnya hati orang tua. Iya kalau orang tuanya punya duit bejibun. Entah itu dari hasil korupsi atau hasil dari arisan 😂. Tapi bagaimana jika orang tuanya hanya seorang bedagang kecil atau tukang cuci gosok harian di rumah orang. Betapa remuknya dunia seketika.
Namun ada sebagian orang tua yang selalu memenuhi kehendak anaknya walaupun mereka dalam keadaan susah. Mungkin itu bentuk cinta mereka kepada anaknya. Yang kadang akan berdampak buruk buat anak karena terlalu memanjakannya. Dan tidak semua keinginan anak harus di penuhi juga.
Saat remaja saat usia yang labil tanpa sadar atau memang sadar kita sering melukai hati orang tua kita. Sering memaksa kehendak ego kita sendiri. Namun mungkin tanpa kita ketahui, ketika kita terlelap tidur di tengah malam justru mereka meneteskan airmata di atas sajadah mengadu pada rabbnya tentang kasarnya perkataan dan perlakuan kita terhadapnya. Meski begitu orang tua yang baik pasti akan selalu memaafkan kesalahan anaknya.
Ketika ibu saya meninggal saya sempat beranggapan bahwa saya sudah kehilangan salah satu kesempatan jalan saya menuju syurga. Karena berbuat baik dengan orang tua terutama ibu sangat dianjurkan dalam syariat agama dan tidak menutup kemungkinan kita bisa jadi penghuni syurga karena berprilaku baik kepada orang tua kita. Dengan tidak menduakan cinta kita kepada Allah tentunya. Sampai - sampai dalam agama diumpamakan bahwa syurga itu di bawah telapak kaki ibu.
Anak itu juga bisa menjadi kunci syurga buat orang tuanya. Bahkan do'a seorang anak yang sholeh atau sholeha bisa langsung diijabah oleh Allah. Anak juga bisa menjadi penolong orang tuanya di akhirat kelak dengan mendidiknya menjadi seorang penghafal alquran misalnya. Dan semoga yang membaca tulisan ini tergolong anak - anak yang sholeh dan sholeha. Aamiiin.
Namun seorang anak juga bisa menjadi fitnah bagi kedua orang tua. Bisa menjadi penyebab orang tuanya turut merasakan dosa akibat kemaksiatan yang dilakukan seorang anak.
Setelah seorang anak telah mendapatkan pencapaian karir yang diharapkan atau telah memiliki kehidupan yang layak, tidaklah ada ruginya seorang anak memberikan sesuatu yang orang tuanya inginkan.
Orang tua terkadang sungkan meminta dari anak - anaknya jika mereka membutuhkan sesuatu. Meski mungkin anaknya berkecukupan tapi mereka tak ingin membebani anaknya. Bahkan ada orang tua yang memilih tinggal di panti sosial karena tidak ingin merepotkan anaknya. Ada sebuah ungkapan, ketika orang tua kaya, anak akan menjadi raja. Tapi bila anak jadi orang kaya, orang tua akan menjadi pembantu.
Bila kita renungkan tidak ada satu hal apa pun yang bisa kita lakukan buat membalas kepenatan kedua orang tua kita kecuali menjadikan diri kita anak yang sholeh atau sholeha. Menjadikan diri kita kunci syurga buat mereka. Memantaskan diri agar menjadi perisai api neraka buat kedua orang tua kita. Lalu dalam hal mana kita tidak menyusahkan orang tua ? 😔

Komentar
Posting Komentar