Kalau ada senyum, mengapa harus marah ?


Marah adalah salah satu bentuk emosi yang dianugerahkan Tuhan untuk manusia. Sebagaimana kita tahu, bahwa, segala sesuatu yang diciptakan Tuhan pasti ada manfaatnya. Bahkan kotoran sekalipun masih ada manfaatnya. Lalu bagaimana dengan marah, apakah marah ada manfaatnya bagi seseorang yang marah ? Jawabannya ada, apabila marah tersebut sudah dikelola dengan baik. Yaitu menyadari kalau kita sedang marah dan mengetahui alasan serta tujuan kenapa kita marah.  Banyak orang setelah marah, merasa bersalah atau menyesal telah marah, itu disebabkan karena mereka tidak memahami mengapa mereka marah. Juga tidak menyadari kalau mereka sedang marah. Kenapa kita perlu menyadari kalau kita sedang marah  ? Itu agar kita bisa menguasai amarah itu sendiri. Bukan amarah yang mengontrol diri kita tapi diri kitalah yang menguasai amarah itu. Apabila  kita sudah menyadari dan mengetahui alasan mengapa kita marah, kita akan mendapatkan manfaatnya. Karena kemarahan yang bermanfaat bukanlah kemarahan yang menimbukan kesan sakit hati bagi orang yang dimarahi. Tapi sebaliknya akan menimbulkan efek jera bagi orang yang melakukan kesalahan. Atau tepatnya marah hanyalah sebuah tindakan emosi sebagai peringatan bukan untuk menyakiti.

Dalam kenyataannya, ternyata marah lebih memiliki dampak negatif daripada dampak positif bagi seseorang. Dari segi kesehatan  misalnya, marah umumnya akan memicu penyakit darah tinggi karena tekanan darah yang tidak menentu dan dalam jangka panjang akan dapat  meningkatkan resiko penyakit jantung. Dan biasanya juga  seorang yang pemarah itu sering uring - uringan, menyebabkan kegelisahan tidak beralasan. Dari segi sosial, seorang yang pemarah sudah pasti menjadi bahan omongan buat tetangganya hingga sulit membuatnya untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Baik lingkungan kantor atau rumah. Ada baiknya seorang pemarah berusaha untuk berfikir positif dalam menyikapi setiap masalah. Hal ini akan membantunya meredam amarah. Karena belum tentu orang yang melakukan kesalahan itu benar - benar bermaksud membuat kesalahan dengan tujuan untuk dimarahi. Bisa jadi orang itu lagi ada masalah di keluarganya, sehingga membuatnya tidak konsentrasi bekerja. Atau dia sedang kurang tidak enak badan, dan lain sebagainya. Kadang marah hanya disebabkan oleh hal - hal yang sepele. Misalnya kita sedang ada dijalanan, tiba - tiba ada orang yang naik motor atau mobil ngebut kayak pembalap yang pastinya akan membahayakan orang lain. Kalau sudah begitu, yang namanya isi kebun binatang keluar semua dari mulut kita. Ditambah lagi dengan kata - kata caci maki yang tidak karuan. Dalam hal ini pikiran rasional sangat diperlukan. Bisa saja orang yang ngebut tadi, sedang ada keperluan mendadak, atau sedang membawa kabar buruk tentang seseorang yang ingin disampaikan kepada keluarganya atau penyebab lain misalnya, orang yang ngebut tadi sedang kebelet yang memang sudah tidak tahan lagi. Atau bisa juga kita berfikir bahwa suatu saat, kita bisa saja akan mengalami hal yang sama. Jadi berpikir positif sangat diperlukan dalam meredam amarah.
Tuhan selalu menciptakan dua opsi untuk manusia. Antara dampak yang  baik untuk manusia atau juga dampak buruk bila mengerjakan segala sesuatu. Jika ada marah, maka Allah juga menciptakan yang namanya senyum. Senyum adalah sebuah tindakan yang sederhana tapi menimbulkan kesan yang positif buat orang yang tersenyum atau juga yang diberi senyum. Meski senyum umumnya, hanya dilakukan dalam beberapa detik tapi kesan yang ditimbulkan bisa berjam - jam. Makanya tidak salah jika ada istilah senyum membawa luka. Senyum juga merupakan ibadah yang paling mudah untuk dilakukan. Asal jangan senyum - senyum sendiri aja kalee.....


Sama dengan halnya dengan marah, senyum juga mempunyai dampak buat kesehatan dan kehidupan sosial kita. Cuma bedanya, senyum mempunyai dampak yang lebih baik dibanding marah. Dari segi kesehatan, senyuman bisa mempengaruhi mood seseorang. Menjadikan kita lebih bersemangat dalam menjalani aktifitas. Bahkan dalam lingkungan, orang yang suka senyum akan menimbulkan kesan ramah dan juga akan berdampak pada kehidupan bersosial kita. Baik di lingkungan kerja maupun di lingkugan tempat tinggal. Misalkan kita adalah seorang pimpinan pada satu perusahaan yang memiliki emosi tingkat tinggi. Karyawan melakukan kesalahan sedikit marah, karyawan melakukan kesalahan banyak pun marah. Ada masalah di rumah, sampai kantor marah - marah. Pokoknya satu hari kalau tidak marah perasaannya tidak enak. Meskipun begitu semua kerjaan yang dibebankan kepada karyawan pasti selesai tapi menyebabkan ketidaknyamanan dan keterpaksaaan dalam menyelesaikan pekerjaan itu. Pimpinan seperti ini juga  akan menjadi gunjingan bagi sesama pekerja. Biasanya kalau karyawan yang sudah merasa tidak nyaman dengan sikap bos yang demikian, do'anya suka macam - macam terhadap pimpinannya. Pastinya, ya.... do'a jelek. Seperti saya dulu he he he he.....Akan berbeda bila kita menjadi pimpinan yang murah senyum terhadap karyawannya. Karyawan berbuat kesalahan diselesaiakan dengan cara bijaksana. Kalaupun harus memberikan hukuman itu hanya untuk memberikan efek jera pada karyawan yang melakukan kesalahan. Suasana kerja akan tercipta lebih semangat dan jika sudah begitu hasil kerja pun ikut terangkat menjadi lebih baik. Sikap marah dan senyum inipun berpengaruh dalam segala aspek. Tidak hanya bagi seorang pimpinan tapi semua kalangan manusia. Karena sifat marah dan senyum pun tidak memandang siapa yang melakukan tindakan itu.

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Dan kita pun, disengaja atau tidak disengaja pernah dihadapkan pada sebuah kesalahan. Mengapa tidak memberi maaf bagi orang yang melakukan kesalahan bila kesalahan itu masih bisa dimaafkan. Tuhan saja, yang memiliki hak untuk murka pada hamba-Nya masih mau membuka pintu maaf untuk kita bila kita melakukan kesalahan. Jika pun memang harus menghukum, hukumlah dengan cara yang baik tanpa harus melibatkan amarah.

Nah... dari hal diatas bisa disimpulkan bahwa tersenyum jauh lebih baik daripada marah. Senyum dan marah sama - sama memiliki kesan yang dalam bagi orang yang yang mendapatkannya. Cuma senyum berdampak lebih baik sedangkan marah hanya berdampak buruk buat diri  sendiri. Sekali - kali menghadap cermin terus marah - marah sama tu cermin biar tahu jeleknya kalau kita sedang marah. Lagi pula, punya hobby kok marah - marah. Lalu, kalau ada senyum mengapa harus marah ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadi muslim itu tidak enak (2)

Ayah, aku mohon maaf........

KETIKA TAK ADA LAGI YANG MEMANGGILMU PULANG