Kepada nama yang tak ingin kusebutkan


Kepada wajah yang tidak ingin kulupakan
Masih ingatkah kau ?
Ketika aku di perbudak amarah ?
Ketika aku menyumpah serapah ? 
Sampai saat ini, rasa bersalah itu terus menghantui

Kepada hati yang tidak ingin kusakiti
Kabut itu mulai terseruak sedikit, sedikit
Kusertakan angin untuk menyibak bekas luka yang menyelimuti cermin, perlahan perlahan

Duhai jiwa yang tidak ingin kusia-siakan
Mulai hari ini aku akan menjadi seseorang yang tidak kau kenali
Bukan sebuah kamuflase
Tapi aku mulai mengerti, mengapa ada luka 

Kepada nama yang tidak ingin kusebutkan
Sertakanlah do'a mu
Ketika aku akan mengukir sebuah nama lagi
Aku ingin aku bahagia 
Pun aku ingin kamu bahagia
Meski tidak menjadi sepasang merpati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadi muslim itu tidak enak (2)

Ayah, aku mohon maaf........

KETIKA TAK ADA LAGI YANG MEMANGGILMU PULANG