namanya juga anak - anak ......
Kali ini saya ingin bercerita, sebuah cerita garing yang pastinya juga tidak garang. Cerita ini tentang para keponakan - keponakan saya yang waktu itu rata - rata berusia 6 - 8 tahun. Saya dapat cerita ini dari abang saya karena pada waktu itu saya masih di rantau orang. Begini ceritanya :
Waktu itu keluarga saya mengadakan syukuran. Dan hampir semua sanak kelurga saya dari yang orang tua sampai anak - anak ngumpul di rumah saya . Biasanya kalau ada acara begitu, pas shalat maghrib kami mengadakan shalat berjamaah. Salah satu paman saya yang bertindak sebagai imam. Ruang tamu itu pun sudah hampir penuh dengan keluarga saya.
" Qomat - qomat ( Qomat atau iqomah adalah seruan untuk segera memulai shalat ) " kata imam
Salah satu keponakan saya pun komat setelah sempat saling tolak - tolakan dengan sesama sepupunya. Namanya juga anak - anak usia segitu pasti bawaannya mau main melulu.
Dan karena masih ribut paman saya berkata lagi : " Mau shalat apa mau main ini !" sedikit tegas.
Ibu - ibu yang ada di shaf ( baris ) belakang pun turut menyuruh mereka untuk diam. Mereka pun senyap meski kadang masih saling menjahili
"Allahu akbar " imam pun takbir
" Woi... sudah mulai, siap - siap " kata salah satu keponakan saya.
Dan mungkin karena pada waktu itu, lagi musim - musimnya film - film robot dari satria baja hitam hingga power rangers, mereka pun terbawa suasana. Keponakan saya yang lain berkata :
" iya woi, sudah mulai. Luruskan barisan ( dengan spontan mereka pun berbaris rapi ) Saatnya berubah ( dengan gaya satria baja hitam ), Allahu akbar " keponakan saya melanjutkan dengan tenang
Setelah dia berkata begitu spontan satu ruangan tertawa termasuk sang imam. Shalat maghrib pun akhirnya diputuskan dengan shalat sendiri - sendiri. Namanya juga anak - anak.

Komentar
Posting Komentar