Yuk...mulai bercita - cita


Mungkin setiap manusia punya cita - cita, tidak peduli dari kalangan keluarga mana, dari negara apa, dari suku mana tidak ada seorang pun  yang berhak menghalangi cita - cita seseorang. Cuma kadang keadaan seseorang diharuskan untuk memilih terus mengejar cita - citanya atau mungkin menyimpannya menjadi sebuah harapan kosong. Baik itu faktor keuangan atau faktor - faktor lainnya.

Sepertinya kita harus belajar bercita - cita dengan anak kecil. Seorang anak kecil tidak pernah pesimis tentang meraih cita - citanya. Coba kita perhatikan atau kita tanya anak kecil, " dik, besok kalau sudah besar mau jadi apa ?" saya yakin dari sekian anak akan berebut untuk menyampaikan cita - citanya. Saya mau jadi dokter, saya mau jadi tentara kayak bapak atau saya mau jadi guru seperti bu guru. Tinggal saja pengaruh lingkungan sangat mempengaruhi akan cita - cita si anak. Kadang tanpa disadari orang tua sudah menanamkan perasaan takut bercita - cita pada anaknya. Dengan kata - kata yang membuatnya menjadi pribadi yang pesimis. Tapi saya rasa setiap orang tua punya suatu harapan terhadap anak - anaknya tentang cita - cita mereka, namun kadang orang tua merasa tidak cukup mampu mengatakan apa yang diinginkannya untuk anak - anaknya.

Saya suka bertanya pada diri sendiri, apa benar orang bisa hidup tanpa cita - cita atau tujuan. Kita sering dengar orang bilang :" ah..saya mah hidup ngalir aja kayak air, ga mau neko - neko ". Mungkin dia lupa bahwa air yang mengalir pun masih ada tujuan yaitu lautan. Padahal cita - cita itu penyemangat dalam bekerja. Kerja sudah mulai ngoyo, ingat cita - cita yang belum tercapai. Tanpa disadari akan memacu kerja kita lagi. Kecuali kita memang ingin hidup dalam kepesimisan.

Bagi saya meraih cita - cita itu seperti membaca buku tebal yang tidak mungkin kita baca dalam sekejap. Ada saatnya kita tutup buku dan jika ada waktu luang akan kta baca lagi. Begitulah cita - cita kalau semua mau di raih sekaligus rasanya mustahil. Tinggal saja kita perlu memilah mimpi atau cita - cita jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Dan kadang sebuah cita - cita itu bisa saling berkaitan. Antara pendek, menengah dan panjang. Yuk..mulai bercita - cita....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadi muslim itu tidak enak (2)

Ayah, aku mohon maaf........

KETIKA TAK ADA LAGI YANG MEMANGGILMU PULANG