Cerita Lain si Ember Hitam si Anti Pecah




Cerita Lain Ember Hitam si Anti Pecah

Kebanyakkan orang beranggapan bahwa ember hitam hanyalah sebuah wadah dimana dari dulu hingga sebagian orang      sekarang masih menggunakannya untuk mengumpulkan dan merendam pakaian - pakaian kotor. Walau kebanyakan orang sekarang sudah jarang menggunakan ember hitam untuk mengumpul atau merendam pakaian kotor karena sudah ada mesin cuci hampir di setiap rumah. Atau sudah banyaknya jasa laundry dimana - mana, sehingga orang jarang mengumpul pakaian kotor dalam ember hitam. Paling, hanya di kumpul dalam wadah keranjang dua atau tiga hari, langsung di bawa ke laundry.

Disini saya mencoba mengungkap sebuah cerita lain dari ember hitam. Seperti judul di atas "Cerita Lain Ember Hitam si Anti Pecah". Setiap manusia, dari anak kecil sampai orang yang sudah jompo, pasti akan mengganti atau digantikan pakaian yang dikenakan. Kecuali orang yang tidak berfikir ingin mengganti pakaiannya seperti orang g**a. Setiap manusia punya aktifitas sehari - hari yang kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari itu.

Contoh cerita, seorang pengamen yang menerima uang lima puluh ribu dari pendengarnya. Dia tidak pernah menduga bahkan bermimpi akan ada orang yang akan memberikan uang sebanyak itu. Bahkan uang itu adalah pecehan uang terbesar yang pernah di pegang seumur hidupnya. Kemudian dia pulang dengan penuh rasa bahagia yang tidak terhingga. Tapi apa yang terjadi. Di tengah jalan dia ketemu sekolompok pemabuk, yang kemudian merampas uang hasil ngamennya, beserta uang lima puluh ribu yang baru diterimanya. Betapa sedih hatinya.

Lalu ada juga seorang wanita yang baru saja diputuskan kekasihnya, dengan alasan kecewa karena tidak bersedia memberikan "gelas" kehormatannya kepada "sendok" kekasihnya. Padahal dia sudah begitu menyayangi kekasihnya tersebut. Namun dia lebih rela jadi jomblo lagi dari pada harus memberikan "gelas suci"nya kepada kekasihnya yang belum tentu jadi suaminya. Dan kalau pun pria itu memang jodohnya, tidak serta merta memberikan sesuatu yang belum seharusnya diberikan. Wanita itu bersedih tetapi dia telah menunjukkan betapa tinggi harga dirinya. Dan pasti akan ada kebahagiaan untuk wanita eperti ini. Namun yang lebih menyedihkan jika si wanita memberikan segalanya kepada si pria dan setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, si pria pergi tak tau rimbanya. Dan hanya lagu Ayu Ting - ting saja jadi pelipur laranya. Kemana - mana tanya alamat dan dimana - mana tanya keberadaan kekasihnya. Syukur kalau nyanyinya masih pakai baju, kalau nyanyinya sudah tidak pakai baju, jalan - jalan keliling kompleks lagi. Gawat sudah 😁

Begitu juga dengam seorang suami yang bekerja sebagai kuli panggul di pasar  sedang dimarahi pelanggannya karena    menyenggol seorang ibu sehingga menjatuhkan belanjaannya. Atau seorang istri yang membantu perikonomian keluarganya dengan bekerja di sebuah pabrik roti. Harus mendapat caci maki oleh mandor pabrik hanya karena terlambat lima menit ke pabrik. 


Kita semua mungkin punya cerita sama seperti si pengamen, atau seperti anak gadis yang tidak terbuai rayuan atau seperti si suami atau si istri pada uraian di atas.

Perasaan suka, duka, ceria, kesal, bingung, hampa dan sebagainya. Pasti akan dan mungkin sedang kita alami. Lalu apa kaitannya dengan ember hitam ? 

Intinya dalam setiap beraktifitas, banyak hal yang kita alami. Dan dalam setia aktifitas pastilah kita mengenakan pakaian. Baik yang formal atau pun tidak. Dan setiap kita mengalami peristiwa ada pakaian yang secara tidak langsung terlibat dengan peristiwa saat itu. Lalu ketika kita kembali pulang setelah beraktifitas, kemana kita letakkan pakaian yang penuh cerita di hari itu ? Kemana lagi kalau bukan kepada si ember hitam. Bahkan tidak jarang, dengan sisa - sisa kesal dari luar, kita campakkan pakaian yang penuh cerita itu ke dalam ember hitam. 

Bau asem keringat, amarah yang terpendam, cemburu yang bergelora, galau yang meracuni terkumpul di dalam ember hitam. Seberapa bau keringat kita, seberapa berat masalah kita, seberapa galau hati kita. Ember hitam tidak pernah mengeluh. Ember hitam hanya pasrah ketika menjadi pelampiasan kemarahan. Ember hitam hanya berusaha menerima kenyataan. Dan belajar memahami arti keberadaan dirinya. 

Setelah tumpukkan "cerita" itu penuh. Ember hitam akan kosong lagi karena pakaian yang penuh dengan cerita di hari kemarin sudah harus dibersihkan. Dan ember hitam selalu menunggu cerita - cerita baru dari kepenatan hidup untuk hari yang lain.

Ember hitam hanya sebuah perumpamaan seorang manusia. Setiap hari manusia mengalami cerita yang berbeda dan beragam seperti pakaian - pakaian di atas. Yang berkecamuk dalam hati. Semakin mengeluh, serasa semakin menumpuk dan tak terselesaikan masalah itu. Mengeluh itu katanya sih manusiawi, iyakah ? kalau pun iya, jangan sampai menyalahkan takdir-Nya. Ketika sedang mengalami masalah, ada baiknya melihat orang di sekitarmu. Karena bisa jadi masalah yang dihadapi orang itu lebih berat dari masalah yang sedang kita hadapi. Yang terpenting jangan cari masalah. 

Hal yang membedakan kita dengan ember hitam adalah jika ember hitam memiliki tangkai untuk memudahkan membawanya, kita punya akal fikiran dan hati yang begitu hebatnya. Itu yang memudahkan kita mengurai setiap persoalan. Akal fikiran dan hati juga yang membedakan kita dengan makhluk lain. Orang sering bilang, sepanas apa pun kepala, hati tetap dingin   ( O.... berarti kalau kepala lagi pusing, dadanya di kasih es to biar dingin  he he he.....kidding 😁). 

Semoga kita bisa melewati setiap persoalan apapun yang sedang kita hadapi sehingga kita bisa menjadi ember hitam si anti pecah. Tahan banting.

Cerita lain ember hitam si anti pecah hanya sebuah tulisan yang terinspirasi spontan. Ketika saya sedang menghadapi masalah waktu masih merantau di tanah Port Numbay papua, tanah yang membuat saya bangga menjadi orang Indonesia. Dan sebuah ember hitam tempat saya biasa mengumpulkan pakaian kotor saya seperti memberikan jalan untuk masalah yang sedang saya hadapi waktu itu. Yang terlintas di fikiran saya saat itu adalah apa yang saya tulis di atas. Tulisan ini mungkin menimbulkan banyak persepsi, tapi sebagai ember sampan hitam ( karena saya ember berukuran sampan 😂😂) yang masih dan terus akan belajar saya berusaha menjadi manusia lebih baik. Semoga tulisan ini dimengerti atau paling tidak, pura - pura mengerti saja bagi yang membacanya. Bila ada kekurangan (pasti ada) dalam tulisan ini, mohon dimaafkan 😁.

Salam ember
Terima kasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadi muslim itu tidak enak (2)

Ayah, aku mohon maaf........

KETIKA TAK ADA LAGI YANG MEMANGGILMU PULANG