Ada apa dengan si Nina Bobo (Nyanyian Pengantar Tidur)
Ada hal kecil yang mungkin dianggap kurang penting di negara tercinta kita ini dari zaman dulu sampai sekarang. Anda tahu hal apa itu ? yaitu nyanyian pengantar tidur. Bayangkan, ketika kita akan ditidurkan oleh orang tua kita, biasanya para orang tua selalu menyanyikan lagu nina bobo. Dan itu masih sering kita dengarkan sampai sekarang. Entah ada apa dengan lagu ini. Mungkin kalau ada penghargaan khusus untuk karya lagu terhits dan terfavorit sepanjang masa, lagu ini bisa jadi juara. Heran juga sih, begitu banyak lagu di dunia ini yang bisa menjadi pilihan lagu pengantar tidur, pasti yang terpilih lagu Nina bobo.
Akhir – akhir ini, banyak yang membahas
tentang pengaruh sugesti positif dan negatif yang dimasukkan melalui pikiran bawah
sadar. Dan kalau menurut para ahli hipnoterapi, sugesti yang dimasukkan ke
dalam pikiran bawah sadar, bisa sangat berpengaruh buat seseorang. Sedikit yang
saya tau bahwa manusia memiliki empat tingkatan gelombang otak. Pengetahuan ini
saya dapat dari teman saya, Amri Syahputra Marpaung – terima kasih buat ilmunya
bro - yang pernah dan sampai sekarang masih mendalami ilmu Hipnoterapi.
Keempat gelombang otak itu adalah :
1. Gelombang
otak Betha
2. Gelombang
otak Alpha
3. Gelombang
otak Theta, dan
4. Gelombang
otak Delta
Karena saya bukan ahlinya dalam hal – hal
hipnotis atau releksasi, jadi saya tidak membahas secara terperinci tahapan
gelombak otak di atas. Tapi garis besarnya adalah sebelum kita tidur bahkan
aktifitas sehari – hari kita akan mengalami fase diatas. Ketika mau tidur
misalnya , biasanya kita sering menghayal kecil atau sebagian orang membaca
buku, kita masih peka terhadap suasana
sekitar bahkan kita masih konsentrasi dengan apa yang kita lakukan. Inilah
Gelombang Betha. Kemudian mata mulai berat, perasaan mulai rileks tapi kuping
masih mengawasi suara – suara disekeling atau istilahnya tidur – tidur ayam,
kita mulai memasuki Gelombang Alpha. Membaca serius, menonton tv juga bisa
merasakan gelombang ini. Lalu kita mulai memasuki suasana yang lebih santai,
nyaman dan lebih rileks dari sebelumnya. Dengan kondisi sekitar pun sudah tidak
terlalu terganggu atau setengah terjaga, pada saat ini kita sedang memasuki Gelombang
Theta. Aktifitas melamun juga bisa memasuki gelombang ini. Sampai akhirnya kita
memasuki fase gelombang otak Delta yaitu kita benar – benar tidur pulas atau
istilah inggrisnya “Bufallo’s Sleep” yang artinya tidur kebo he he he .....Tapi
kalau lagi nongkrong di WC bisa mengalami gelombang otak yang mana ya ? Nanti
kita tanya ahlinya.
Kembali ke pembahasan nyanyian pengantar
tidur. Menurut para ahli ilmu hipnotis, fase Alpha dan Theta adalah fase terbaik
untuk memasukkan sugesti kepada seseorang. Dan karena setiap orang akan
mengalami fase tersebut, saya berfikir seberapa besar pengaruhnya terhadap seorang
anak yang selalu dinyanyikan lagu Nina Bobo sebelum tidurnya. Lho... emang ada
yang salah dengan lagunya ?
Ini faktanya, sudah jelas anaknya
laki-laki, sebut saja namanya Jhon ( bukan nama sebenarnya ) masih saja
dinyanyikan nina bobo ketika mau tidur. Mungkin kalau si Jhon ini waktu itu
bisa protes, pasti dia protes sama orang tuanya. Kira – kira si Jhon ngomong
gini ( kebetulan si Jhon ini orang batak ) :
“
Bah... macam mana pula omak ( ibu ) ku ini... Aku ini Jhon mak, Jhon. Kenapa
pula kau tidurkan aku dengan lagu nina bobo.”
Itu
kalau si Jhon yang protes sama omaknya. Bagaimana kalau si Obed yang ada di
papua. Kira – kira si Obed akan protes seperti ini :
“
Bei... mama ?! Mama tra salah kah ? Sa ini kan laki-laki, kenapa mama nyanyi
nina bobo waktu sa mo tidur kah. Baru, mama macam ancam – ancam kalau sa tra
tidur, nyamuk dapat gigit sa pu badan. Mama....mama... bagaimana sa mo tidur,
kalau mama terus nyanyikan lagu yang bukan sa pu nama. Sa Obed ma..... Obed.
Nina itu siapakah ? Jawab ma ?! Atau jangan – jangan mama ini...... ( kok jadi
lebai ya J)
Memang belum ada penelitian dari
pengaruh Nina bobo ini. Bayangkan sugesti itu dimasukkan secara terus menerus
kepada seorang anak laki – laki yang namanya bukan Nina tapi di panggil Nina.
Dan terdapat unsur pengancaman yang melibatkan makhluk lain – dalam hal ini
nyamuk- yang belum tentu di lakukan oleh makhluk tersebut. Apakah karena sugesti
yang “menyimpang” ini membuat semakin banyaknya mereka yang jelas laki – laki,
masih bingung, bahkan merasa terperangkap dengan kelaki-lakiannya. Bahkan ada
laki –laki yang mencari – cari kelaminnya sendiri. Sehingga, yang katanya masih
laki-laki ini, berkelakuan gemulai seperti..... seperti apa ya ? Padahal wanita
saja tidak separah mereka kemayunya. Memang berubahnya tingkah laku seseorang, bukan
karena si “Nina Bobo”, lingkungan juga sangat berpengaruh besah. Uraian di atas
hanyalah contoh kecil sebuah sugesti. Karena besarnya pengaruh sebuah sugesti jika
di proses di bawah pikiran bawah sadar.
Tulisan ini terinspirasi dari sebuah
pemikiran sederhana dari acara televisi sekarang. Ketika menonton tv, terlintas
di benak saya, kok tingkah orang sekarang aneh – aneh ya. Semakin hilang sifat
manusianya. Buat yang mengarang lagu Nina Bobo, siapa pun, saya minta maaf.
Bukan lagunya yang salah tapi orang tua yang asal menyanyikan lagu buat anaknya
sebelum tidur. Dan buat ahli hipnoterapi, mohon masukkan jika ada yang kurang dari gelombang otak manusia tersebut. Terakhir, semoga maksud dari tulisan ini di mengerti dan bermanfaat
buat siapa saja, terutama buat diri saya sendiri.
“ Berilah nyanyian tersyahdu yang berarti
agar esok berpengaruh lebih baik ”.

Komentar
Posting Komentar