Jadi Muslim itu Tidak Enak (1)
Ketika sebagian orang berpetualang dalam mimpi, bermesra dengan selimut, seorang muslim harus bangun melawan dingin, berusaha membelalakkan mata yang masih ingin dibuai shubuh
Jadi muslim itu tidak enak
Ketika sebagian orang sedang asyik santap siang, memaksimalkan waktu istirahat setelah bekerja. Seorang muslim masih harus memilih dalam dilema antara turuti syahwat lapar atau penuhi panggilan sang pencipta ketika adzan dzuhur bersahutan
Jadi muslim itu tidak enak
Tatkala sebagian orang sudah mulai letih bekerja, mulai jenuh dengan kerjaan yg belum terselesaikan, seorang muslim masih harus merelakan kejenuhan kerjanya dibagi dengan waktu ashar di sore hari
Jadi seorang muslim itu tidak enak
Ketika lelah sudah memuncak karena seharian bekerja serta lapar mulai menggoda seolah tak ingin kerjasama. Bahkan sebagian ada yang masih harus berkelahi dengan asap kendaraan dalam perjalanan pulang yang sering sampai ketika awan merah berubah pekat hitam
Tapi disaat itu, seorang muslim tetap harus mengutamakan wudhunya daripada letihnya, harus mengabaikan laparnya demi maghribnya di kala sinar matahari mulai meredup
Jadi muslim itu tidak enak
Ketika sebagian orang di depan layar tv dengan perut kenyang dalam buaian mata kantuknya
Seorang muslim harus kesampingkan beratnya kelopak mata untuk isya di setiap awal malamnya
Jadi muslim itu memang tidak enak
Bila tidak benar - benar memahaminya
Jadi muslim itu sungguh memang tidak enak jika disandarkan dengan hasrat dunia
Jadi muslim itu pasti tidak asyik
Jika dibandingkan dengan kepercayaan lain
Ketidakenakan itu pasti ada tujuan yang bermanfaat dengan hanya memfungsikan sedikit fikiran
Jadi seorang muslim itu terlihat memang tidak enak tapi seorang muslim itu bahagia. Bahagia jika benar - benar mengerti bagaimana seharusnya menjadi seorang muslim
Jadi muslim memang sungguh melelahkan jika kau tidak faham hakikat dirimu yang hanya seorang hamba 😁

Komentar
Posting Komentar