Ketika Ku Lihat Peluhmu...

Jika rezki dinilai sesuai dengan banyaknya cucuran keringat orang yang meneteskannya maka seorang kuli bangunan, pengayuh becak, pedagang keliling, nelayan yang bertarung di lautan, petani, pemulung dan pekerja kasar lainnya. Merekalah yang akan medapat rezki yang paling banyak karena cucuran keringat mereka seolah enggan untuk berhenti menetes dari pori - pori kulit mereka.


Bukanlah bulir keringat yang menetes sebagai penentu besar dan kecilnya rezki. Tidak ada satu pun makhluk di muka bumi yang tau perihal rezkinya.
Dan tak ada seorang pun yang pantas mengatakan rezki itu karena usahaku, karena kepintaranku, karena keberuntunganku, ya...karena kecermatanku, karena aku...karena aku..

Mereka yang berjuang lebih dari orang lain demi sebuah tanggung jawab hidup terkadang lelahnya tidak berbanding lurus dengan hasilnya. Meski begitu masih sering kita lihat senyum tulus mereka dalam kepenatan pertarungannya merubah takdir. Namun kadang mulut - mulut manusia masih sering menjadikan mereka topik pembicaraan. Menjadikan mereka objek perbandingan suatu pencapaian kesuksesan. Terkadang menjadi tertuduh dalam kecurigaan yang sering menjadi korban.

Sekiranya kehidupanmu lebih baik dari mereka tidaklah pantas merendahkannya. Karena kita tidak pernah tau kejadian atau kepedihan apa yang pernah dilalui oleh orang - orang yang di anggap kurang beruntung itu. Kita tidak tau apa yang sedang mereka fikir untuk merubah keadaannya. Kita tidak faham dengan apa yang sedang mereka rencanakan untuk masa depan keluarganya. Jangan - jangan dari dialah awal perubahan nasib kehidupan itu. Atau bisa jadi orang yang meremehkan mereka yang merasa sudah punya kehidupan layak malah dari dia pula bermula perputaran roda kehidupan itu. Ketika dirimu bisa menghargai orang lain yakinlah pasti ada orang yang nanti juga akan menghargaimu 😊.

Rezki itu adalah rasa syukur atas peluhmu. 
Kesabaran diatas keluh kesahmu menjemputnya.
Rezki adalah rasa ikhlas menerima dan memberi.
Rezki itu masalah kepantasan dirimu mendapatkannya. Satu yang harus diyakini bahwa rezki tidak hanya berbentuk materi. Kita juga tau bahkan sering kita ucapkan rezki itu tak akan tertukar karena sejatinya rezki itu hak prerogatif Allah atau hak istimewa Allah sebagai sang pemberi rezki buat makhluk ciptaannya. Bukankah Dia berkata :" jika kalian bersyukur akan Kami tambah dan bila kalian tak bersyukur, sesungguhnya azabKu sangat pedih". Dan saat manusia meninggalkan dunia ini berarti seluruh rezki yang dijanjikanNya kepada kita sudah terpenuhi semuanya.

Pertanyaanya bukan seberapa besar dan kecil rezkimu tetapi seberapa berkah rezkimu ? Karena kau yang tau sumbernya darimana.

Untuk yang berpeluh demi keluarganya. Yang upahmu tak sebanding dengan capekmu. Teruslah berjuang. Karena setiap peluhmu ada pahala beriring do'a dari orang - orang yang kau sayang 😊.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadi muslim itu tidak enak (2)

Ayah, aku mohon maaf........

KETIKA TAK ADA LAGI YANG MEMANGGILMU PULANG