Blog satu kata beragam makna menjadikan setiap yang tersirat menjadi sebuah catatan
About
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
https://rahasiadibalikayam.blogspot.com/?m=1. merupakan sebuah website yang berisi cara pandang yang dituangkan menjadi sebuah tulisan. Juga sebagai sarana luapan emosi yang dilampiaskan melalui tulisan
Judul diatas saya ambil dari salah satu lagu Ebiet.G.Ade. Lagu tersebut menceritakan tentang ketidakhadiran seorang anak saat ayah atau bapaknya meninggal. Sehingga dia merasa bersalah namun dia bangga dengan sosok ayahnya yang sudah banyak mengajarkan tentang makan kehidupan kepadanya. Judul lagu tersebut telah menginspirasi tulisan ini. Meski hanya seperti ungkapan sederhana tapi sesungguhnya judul lagu tersebut mengandung makna yang dalam. Apalagi bagi orang yang memiliki latar belakang cerita yang tidak menyenangkan dengan seorang ayah atau bapak dalam hidupnya. Seorang bapak sudah semestinya menjadi sosok yang bisa diandalkan oleh anak - anaknya. Menjadi sosok "superman" buat keluarganya. Namun tidak jarang disebagian keluarga, sosok ayah atau bapak menjadi sosok yang sangat ditakuti. Mungkin karena sifat pemarah atau juga ringan tangannya. Bahkan kadang seorang ayah terlalu kuat dengan prinsipnya meski terkadang prinsipnya itu salah, yang akan menimbulkan perdebatan ...
Perasaan saya tak menentu ketika melihat gambar seorang veteran yang sedang menikmati sebungkus nasi. Ada perasaan haru, kecewa bahkan sedikit marah. Mereka yang seharusnya hidup dengan berkecukupan setelah apa yang telah mereka berikan untuk negara kita tercinta ini tapi kini malah mereka hidup serba memprihatinkan. Belum lagi masalah penggusuran yang melibatkan para keluarga veteran perang yang rasanya menjadi sesuatu yang sangat - sangat memprihatinkan. Mereka ( para veteran perang ) lahir pada jaman penjajah dan mereka pun tumbuh pada waktu masa penjajah namun ketika Indonesia yang katanya sudah merdeka malah mereka seperti masih merasa hidup di jaman penjajah. Sekarang kita hidup bebas merdeka atas keringat, air mata, darah dan do'a - do'a mereka. Mereka berjuang untuk anak cucunya supaya mendapatkan kehidupan yang lebih bermartabat dan mereka sudah berhasil mewujudkannya. Meskipun masih banyak veteran - veteran perang yang tak di kenal tapi tujuan mereka tetap sama kemerd...
Kali ini saya ingin bercerita, sebuah cerita garing yang pastinya juga tidak garang. Cerita ini tentang para keponakan - keponakan saya yang waktu itu rata - rata berusia 6 - 8 tahun. Saya dapat cerita ini dari abang saya karena pada waktu itu saya masih di rantau orang. Begini ceritanya : Waktu itu keluarga saya mengadakan syukuran. Dan hampir semua sanak kelurga saya dari yang orang tua sampai anak - anak ngumpul di rumah saya . Biasanya kalau ada acara begitu, pas shalat maghrib kami mengadakan shalat berjamaah. Salah satu paman saya yang bertindak sebagai imam. Ruang tamu itu pun sudah hampir penuh dengan keluarga saya. " Qomat - qomat ( Qomat atau iqomah adalah seruan untuk segera memulai shalat ) " kata imam Salah satu keponakan saya pun komat setelah sempat saling tolak - tolakan dengan sesama sepupunya. Namanya juga anak - anak usia segitu pasti bawaannya mau main melulu. Dan karena masih ribut paman saya berkata lagi : " Mau shalat apa mau...
Komentar
Posting Komentar